Senin, 04 Juli 2016

Berbagai Faktor yang Bikin Gigi Jadi Berwarna Kuning atau Kecokelatan

Jakarta, Memiliki gigi berwarna kuning bisa membuat seseorang merasa malu dan tidak percaya diri. Lantas, apa sebabnya gigi tidak berwarna putih dan justru berwarna kuning atau cokelat?

Berbagai Faktor yang Bikin Gigi Jadi Berwarna Kuning atau Kecokelatan
Menurut Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKGA (K), PhD dari RS Pondok Indah, penyebab gigi kuning dikarenakan dua faktor, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. "Faktor intrinsik dikarenakan mengonsumsi obat-obat tertentu," ucap Prof Heriandi.

Selain akibat konsumsi obat, ia juga menambahkan bahwa gigi dapat berubah warna kerena mengalami gigi mati. Nah, kondisi gigi mati dikatakan Prof Heriandi dapat disembuhkan dengan perawatan akar gigi.

"Sedangkan faktor ekstrinsik terjadi karena makanan atau minuman misalnya kopi atau teh. Namun mengonsumsi rokok juga dapat menyebabkan warna gigi berubah," ujar Prof Heriandi kepada detikHealth.

"Perubahan warna akibat faktor intrinsik bisanya dari kuning hingga kecokelatan. Sedangkan perubahan warna akibat faktor ekstrinsik bisa menjadi hitam karena karang gigi yang menempel semakin tebal," sambungnya.

Sedangkan, Prof Heriandi menekankan bahwa gigi yang berwana kuning tidak berbahaya untuk kesehatan mulut. Hanya saja, kondisi gigi yang berwarna kuning bisa mengurangi keindahan pada mulut dan dapat menyebabkan gangguan sosial seperti kurang percaya diri.

Tapi, ada juga perubahan warna gigi akibat jarang menyikat gigi. Jika ini yang terjadi, baiknya segera ubah kebiasaan sehingga Anda lebih rajin lagi menyikat gigi. Sebab, seperti diketahui jarang menyikat gigi bisa membuat bakteri berkembang dan timbul iritasi yangd apat memicu gigi bolong.


Sumber : http://health.detik.com/read/2016/07/05/100854/3248430/763/berbagai-faktor-yang-bikin-gigi-jadi-berwarna-kuning-atau-kecokelatan

Tips Tampil Stylish Saat Lebaran dari Dian Pelangi

Tips Tampil Stylish Saat Lebaran dari Dian Pelangi
Dian Pelagi
Jakarta - Tiga sampai lima tahun lalu, para wanita memilih kerudung lilit dan kaftan payet yang terkesan mewah. Di tahun lalu, kaftan masih jadi juara namun dengan model yang lebih minimalis. Lantas, bagaimana dengan tren Lebaran di tahun ini?

Menurut Dian Pelangi, busana minimalis lebih banyak dicari sebagai baju Lebaran sekarang ini dibanding kaftan yang glamour. Bahkan mereka lebih banyak memilih warna monokrom yang netral, seperti putih, abu-abu dan hitam yang mudah dipadupadankan.

"Semuanya lebih simpel, tetap ada nuansa kaftan dan bling-bling tapi nggak seheboh tahun sebelumnya. Saat Lebaran, tampilan kita juga lebih multifungsi, dalam artian baju bisa di-styling macam-macam, misalnya outer bisa diikat atau banyak lagi," kata Dian Pelangi saat berbincang dengan Wolipop di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Model hijab simpel juga kian jadi favorit menurut Dian Pelangi. Menurutnya, gaya hijab Turki mudah diaplikasikan dan tampak bagus untuk semua gaya.

Selain tren, desainer berdarah Palembang ini juga memberi beberapa tips untuk diperhatikan saat Anda membeli baju Lebaran. Salah satunya adalah menghindari siluet tangan yang melebar atau sering disebut juga siluet lengan lonceng.

"Kalau Lebaran itu kan kita harus bebas bergerak, nanti pas ambil makanan, kalau lengannya lebar suka nyemplung di kuah apa nanti malah kotor. Lebih baik pilih tangan siluet lurus," tambahnya.

Desainer kelahiran 1991 ini juga menyarankan untuk menghindari penggunaan aksesori. Menurutnya, lebih baik mencari baju yang memang sudak berpayet agar praktis saat dipakai.

Untuk makeup, desainer dengan koleksi jumputan yang ikonik itu mengatakan jika dirinya lebih suka riasan yang segar namun terkesan minimalis. Dibanding memakai makeup tebal atau contouring, Dian memaksimalkan makeup dari warna bibirnya, sedangkan blush on dan eye shadow tetap dibuat natural.

"Untuk lipstik aku senangnya warna yang agak pink tua. Selain itu harus pakai eyeliner jadi matanya gak keliatan capek dan ngantuk. Kalau alis sudah wajib hukumnya," urai Dian.(asf/asf)

Sumber : http://wolipop.detik.com/read/2016/07/05/091525/3248410/233/tips-tampil-stylish-saat-lebaran-dari-dian-pelangi


Minggu, 03 Juli 2016

Tutorial Hijab dengan Kerudung Putih untuk Lebaran Hari Pertama

Tutorial Hijab dengan Kerudung Putih untuk Lebaran Hari Pertama
Jakarta - Hari pertama Lebaran identik dengan busana serba putih termasuk kerudungnya. Kreasi yang simpel untuk salat Ied menjadi andalan para hijabers muda ketika merayakan momen Hari Raya di kampung halamannya. Berikut salah satu kreasi jilbab yang mudah dan praktis diaplikasikan menggunakan kerudung putih ketika Idul Fitri.

Langkah 1

Siapkan pashmina panjang bahan satin atau sutera untuk mendapatkan tampilan yang elegan. Lalu lipat sedikit bagian depannya ke arah dalam. Letakkan di atas kepala dengan salah satu sisi lebih pendek. Dalam video ini, sisi kerudung yang sebelah kanan lebih pendek dari kiri. Kemudian ambil peniti atau jarum dan sematkan di bawah dagu.

Langkah 2

Sisi yang pendek dilipat ke atas hingga bagian ujungnya menggantung di pundak kanan. Ambil jarum pentul dan sematkan di bagian atas. Penyematannya perlu diperhatikan agar tersemat hingga ciput Anda sehingga kerudung tidak mudah berantakan.

Langkah 3

Sisi yang panjang dibawa ke atas kepala melalui depan leher. Buat aksen lipatan di atas kepala untuk mempercantik penampilan. Ambil jarum pentul dan sematkan kembali di atas kepala.

Langkah 4

Sisa ujung sisi yang kanan kemudian dibawa ke arah pundak kiri. Selipkan di bawah scarf dan sematkan peniti agar tidak mudah jatuh.

Selesai


Tutorial hijab selesai. Gaya jilbab ini cocok diterapkan saat Lebaran hari pertama dengan penampilan yang serba putih.

Sumber : http://wolipop.detik.com/read/2016/07/04/113854/3248103/1635/tutorial-hijab-dengan-kerudung-putih-untuk-lebaran-hari-pertama

Pokok-Pokok Penting Matematika Kaitannya Dengan Kegiatan Penelitian dan Psikologi Terapan


Psikologi adalah studi ilmiah tentang hubungan antara prosesmental, emosi, dan perilaku. Matematika dan psikologi dihubungkan dengan tiga cara utama. Pertama, psikolog kognisi studi matematika, yaitu, perkembangan otak, akuisisi, dan penerapan kemampuan matematika. Kedua, psikolog menyelidiki perasaan orang dan sikap tentang matematika. Ketiga, psikolog menggunakan matematika, terutama statistik, sebagai alat profesional untuk mengukur dan menganalisis temuan-temuan ilmiah mereka.

Psikolog yang bekerja di bidang studi matematika bagaimana manusia kognisi memproses informasi, menafsirkan simbol matematika,dan mengembangkan dan menggunakan strategi untuk memecahkan masalah matematika. Sebagai contoh, keterampilan ini sangat penting untuk disebut kata “masalah”, dimana deskripsi tertulis harus diterjemahkan ke dalam persamaan. Kebanyakan siswa menganggap kata “masalah” yang lebih sulit untuk memecahkan daripada jenis lain masalah matematika. Hal ini karena kata “masalah” memerlukan berbagai keterampilan dari otak, termasuk kemampuan untuk membaca dan memahami makna dan konteks dari kata-kata, kemampuan untuk memahami dan menentukan masalah matematika, kemampuan untuk menetapkan simbol matematis untuk variabel tidak diketahui , dan akhirnya, kemampuan untuk menerapkan strategi pemecahan masalah dan menghitung jawaban yang benar.

Kognisi Matematika adalah bidang yang sangat penting dalam psikologi. Ini manfaat ilmuwan dan dokter mempelajari otak, dan membantu para pendidik mengembangkan metode pengajaran yang lebih baik untuk matematika. Selain itu, studi yang sangat penting bagi pengembangan “pintar” komputer, jaringan syaraf tiruan, logika fuzzy, robot, dan kecerdasan buatan.

Psikolog juga mempelajari bagaimana orang-orang merasa tentang matematika, karena perasaan seseorang tentang pengaruh subjek kesediaan mereka untuk belajar dan menggunakannya. Misalnya, perbedaan budaya dan gender dalam sikap tentang matematika mempengaruhi nilai tes. Daerah lain menerima banyak perhatian disebut matematika fobia atau kecemasan matematika. Math fobia adalah takutmatematika.Orang dengan fobia matematika menjadi sangat tidak nyaman dan cemas ketika dihadapkan dengan tugas-tugas matematika yang mereka dapat mengalami gejala fisik termasuk peningkatan denyut jantung, perut gugup, dan kesulitan bernapas yang mencegah mereka dari berkonsentrasi dan belajar. Perasaan ini telah dilacak ke berbagai sumber, termasuk pengalaman negatif di ruang kelas, citra diri yang buruk, kurangnya apresiasi untuk aplikasi matematika untuk “kehidupan nyata,” dan rasa malu yang mencegah mengajukan pertanyaan.

APLIKASI MATEMATIKA YANG DITERAPKAN DALAM ILMU PSIKOLOGI

Matematika yang kita kenal adalah ilmu yang mempelajari hitung-hitungan,angka-angka pembagian serta segala sesuatu yang berhubungan dengan angka, sedangkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang prilaku dan jiwa manusia serta penerapanya pada permasalahan manusia.

Kalau kita melihat dari latar belakang  dari kedua bidang tersebut sangatlah berbeda dan tidak ada kaitanya sama sekali, tetapi kalau kita berpikir dengan logika atau berpikir dengan cermat kedua bidang tersebut saling berhubungan dan ada kaitannya.

Matematika dengan psikologi sangatlah berhubungan dan saling berkaitan. Matematika selalu dibutuhkan dan digunakan untuk berbagai ilmu, tak bisa dipungkiri psikologi juga menerapkan ilmu matematika dalam pengerjaannya.

Sebagai contohnya dalam penerapan ilmu statistika serta kuesioner, keduanya tersebut merupakan sebagian kecil dari ilmu matematika, kemudian dalam kasus tes IQ kita bisa lihat kalau tes tersebut menggunakan rumus matematika dalam memberikan hasilnya. Tes-tes dalam psikologi juga dapat dibuktikan dalam penalaran ilmu matematika.

Statistika ini merupakan ilmu yang mempelajari bagiamana cara merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, mempresentasikan data. Singkat kata statistika ini merupakan ilmu yang banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik itu kehidupan sosialnya maupun ilmu yang harus diterapkan untuk mengetahui manusia tersebut, dari berbagai sudut pandang pada psikologi. Dalam praktek-praktek atau tes-tes psikologi seperti psikotes statistika juga digunakan untuk melihat hasil dalam bentuk angaka . Statistika juga merupakan hitungan untuk mendapatkan kuantitatif dalam membuat skala psikologi setelah melakukan tes psikologi hasil yang didapat setelah tes, diakumulasikan dengan sebelum tes.

Selain itu kita juga bisa pikirkan lebih kedepan kalau matematika dan psikologi sangat penting dalam psikologi,atau bisa dibilang saling berhubungan ,mengapa??? Karena psikologi juga membutuhkan bidang matematika yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akurasi, kalkulasi, estimasi, dan ketelitian prilaku seseorang. Dibawah ini adalah contoh lain keterkaitan aplikasi matematika dengan psikologi  ,dan materi-materi yang ada didalam bidang matematika yang berhubungan dengan psikologi,antara lain :
1.       Berhitung Cepat
Berhitung cepat disini biasa dipelajari dalam bidang matematika ,tetapi juga berguna dalam psikologi ,yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akurasi,kalkulasi dan estimasi seseorang.Selain itu, bisa juga untuk mengukur ketelitian serta ketahanan berpikir seseorang yg terkait dengan kinerja seseorang .kadang yang dipergunakan dalam berhitung cepat adalah seperti penjumlahan,pengurangan,pembagian dan perkalian.
2.       Deret Angka
Deret angka adalah susunan angka atau huruf yang memiliki pola tertentu. Deret angka pun dipelajari dalam matematika tapi juga berhubungan dengan psikologi dan bisa dipelajari .deret angka disini digunakan untuk mengetahui daya ingat dan ketelitian seseorang.
3.       Gambar
Gambar yang dimaksud adalah gambar yang menggunakan bangun-bangun yang terdapat dimatematika.seperti lingkaran, segitiga, kotak, kubus, balok dll. mempelajari gambar disini bertujuan untukmengukur kemampuan seseorang yang berhubungan dengan bentuk bentuk,gambar-gambar,atau symbol-simbol untuk menekankan pada sistematika  berpikir logis dan ketahanan berpikir.
4.       Matematika berpola
Matematika berpola disini untuk menguji kemampuan pwnalarab dan kemampuan berhitung dengan pola tertentu melalui angka-angka pada gambar/bentuk tertentu
5.       Statistik
Statistik disini utuk mengukur  daya fikir,keseimbangan berpikir, daya ingat serta ketelitian seseorang.

Didalam  materi ini kita dapat mengetahui IQ dan daya pikir manusia apakah lemah,kuat,atau sebaliknya. Diatas tadi adalah hubungan-hubungan materi  atau teori yang ada didalam bidang matematika,jika anda sering mengikuti-mengikuti tes psikologi pasti anda pernah menemukan soal soal yang tercantum diatas tadi.

Matematika juga penting dalam tes tes psikologi. Disiini saya juga akan membahas tentang tes-tes psikologi yang menggunakan matematika seperti :
·         Tes intelegensi
·         Tes IQ
·         Tes bakat atau bakat skolastik
·         Tes psikotes melamar pekerjaan serta tes psikotes dalam PNS
Seperti halnya yang ada matematika dalam tes-tes psikologi,seperti tes IQ, tes Intelegensi,tes bakat,antara lain :
·         Tes Pemikiran Numerik
Tes ini dilakukan untuk menguji kecepatan,kekonsistenan, dan keakuratan menjawab soal dalam bentuk bilangan-bilangan yang ada dimatematika.biasanya berbentuk barisan atau deret,baik memanjang secara vertical maupun memanjang secara mendatar atau bias juga mengisi angka-angka dalam kolom atau kotak kotak kosong  yang harus diisikan
·         Tes Pemikiran Perseptual
Tes ini merupakan salah satu bentuk tes dan tes irama bergambar.tes ini paling sering diujikan oleh perusahaan ,maksudnya tidak lain adalah untuk menyaring calon karyawan yang baik.Didalam ini perusahaan ingin melihat bagaimana ketelitian,kecepatan,dan kepribadian yang dimiliki peserta tes  terutama dalam berpikir dengan symbol-simbol,mengenai keprinadian yang ingin dilihat disini bukanlah kepribadian utama/yg permanen melainkan hanya kepribadian sesaat atau pada saat itu. Matematisasi verikal merupakan proses yang terjadi di dalam sistem matematika itu sendiri; misal penemuan strategi menyelesaikan soal, mengkaitkan hubungan.
·         Tes Kemampuan Spasial
Dalam tes ini adalah tes gambar,baik berirama maupun tidak.tujuanya untuk menggali bagaimana mudahnya anda “melihat” dan memanipulasi potongan-potongan dan figure figure dalam ruang mengenai “jenis” soal tes ini  dapat beragam jenis .salah satunya adalah pemikiran cepat memindahkan potongan-potongan gambar 2 dimesi menjadi 1 bangun 3dimensi secepat yg anda mampu.Dalam contoh anda hanya memilih salah satu jawaban yang sesuai.
·         Tes Berhitung cepat
Disini tes ini diberikan selembar kertas yang seperti kertas Koran yang berisi penuh dengan angka-angka yang akan dijumlahkan debgan cepat ,baik. Dan benar. Tes ini bertujuan untuk menguji kecepatan berhitung  dan keseimbagan otak atau cara berpikir
·         Study kasus
      Contoh kasusnya adalah seorang psikolog akan mengukur sikap seseorang terhadap game online pada saat ini, setelah itu psikolog akan membuat alat ukurnya berupa pertanyaan-pertanyaan yang berbentuk angket, misalnya “apakah anda setuju dengan berkembanganya game online pada saat ini ?” jawaban yang ada pada angket tersebut contohnya “ya, karena……” “tidak, karena…”, setelah itu angket tersebut disebarkan pada lingkungan tertentu misalkan dilingkungan kampus. Setelah itu lalu kita kumpulkan data tersebut dan analisa hasilnya, setelah itu kita simpulkan hasil dari angket yang telah disebarkan tadi dengan menggunakan ilmu statistika.

Sumber : http://firdanurzanah.blogspot.co.id/2016/06/pokok-penting-matematika-dan-kaitannya.html

Pentingnya Pemahaman Matematika dalam Psikologi

Mungkin kita berpikir apa kaitanya matematika terhadap psikolog, karena yang kita tahu psikologi dan matematika adalah ilmu yang mempunyai latar belakang yang berbeda, matematika yang kita kenal adalah ilmu yang mempelajari hitung-hitungan, angka-angka pembagian serta segala sesuatu yang berhubungan dengan angka, sedangkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang prilaku dan jiwa manusia serta penerapannya pada permasalahan manusia.

Kalau kita melihat dari latar belakang dari kedua bidang tersebut sangatlah berbeda dan tidak ada kaitanya sama sekali, tetapi kalau kita berpikir dengan logika atau berpikir dengan cermat kedua bidang tersebut saling berhubungan dan ada kaitanya.

Matematika dengan psikologi sangatlah berhubungan dan saling berkaitan. Matematika selalu dibutuhkan dan digunakan untuk berbagai ilmu, tak bisa dipungkiri psikologi juga menerapkan ilmu matematika dalam pengerjaannya.

Sebagai contohnya dalam penerapan ilmu statistika serta kuesioner, keduanya tersebut merupakan sebagian kecil dari ilmu matematika, kemudian dalam kasus tes IQ kita bisa lihat kalau tes tersebut menggunakan rumus matematika dalam memberikan hasilnya. Tes-tes dalam psikologi juga dapat dibuktikan dalam penalaran ilmu matematika.

Statistika ini merupakan ilmu yang mempelajari bagiamana cara merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, mempresentasikan data. Singkat kata statistika ini merupakan ilmu yang banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik itu kehidupan sosialnya maupun ilmu yang harus diterapkan untuk mengetahui manusia tersebut, dari berbagai sudut pandang pada psikologi. Dalam praktek-praktek atau tes-tes psikologi seperti psikotes statistika juga digunakan untuk melihat hasil dalam bentuk angka. Statistika juga merupakan hitungan untuk mendapatkan kuantitatif dalam membuat skala psikologi setelah melakukan tes psikologi hasil yang didapat setelah tes, diakumulasikan dengan sebelum tes.

Selain itu kita juga bisa pikirkan lebih kedepan kalau matematika dan psikologi sangat penting dalam psikologi, atau bisa dibilang saling berhubungan, mengapa demikian?
Karena psikologi juga membutuhkan bidang matematika yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akurasi, kalkulasi, estimasi, dan ketelitian prilaku seseorang.

Di bawah ini adalah contoh lain keterkaitan aplikasi matematika dengan psikologi, dan materi-materi yang ada di dalam bidang matematika yang berhubungan dengan psikologi, antara lain:

1. Berhitung Cepat 
Berhitung cepat di sini biasa dipelajari dalam bidang matematika, tetapi juga berguna dalam psikologi yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akurasi, kalkulas,i dan estimasi seseorang. Selain itu, bisa juga untuk mengukur ketelitian serta ketahanan berpikir seseorang yg terkait dengan kinerja seseorang, kadang yang dipergunakan dalam berhitung cepat adalah seperti penjumlahan,pengurangan, pembagian, dan perkalian.

2. Deret Angka
Deret angka adalah susunan angka atau huruf yang memiliki pola tertentu.
Deret angka pun dipelajari dalam matematika tapi juga berhubungan dengan psikologi dan bisa dipelajari. Deret angka di sini digunakan untuk mengetahui daya ingat dan ketelitian seseorang.

3. Gambar
Gambar yang dimaksud adalah gambar yang menggunakan bangun-bangun yg terdapat di matematika. Seperti lingkaran, segitiga, kotak, kubus, balok dll. Mempelajari gambar di sini bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang yang berhubungan dengan bentuk bentuk, gambar-gambar, atau simbol-simbol untuk menekankan pada sistematika berpikir logis dan ketahanan berpikir.

4. Matematika Berpola
Matematika berpola di sini untuk menguji kemampuan penalaran dan kemampuan berhitung dengan pola tertentu melalui angka-angka pada gambar/bentuk tertentu.

5. Statistik
Statistik di sini utuk mengukur daya pikir, keseimbangan berpikir, daya ingat serta ketelitian seseorang.
Di dalam materi ini kita dapat mengetahui IQ dan daya pikir manusia apakah lemah, kuat, atau sebaliknya.


Matematika juga penting dalam tes-tes psikologi. Berikut merupakan tes-tes psikologi yang menggunakan matematika:
1. Tes Pemikiran Numerik
Tes ini dilakukan untuk menguji kecepatan, kekonsistenan, dan keakuratan menjawab soal dalam bentuk bilangan-bilangan yang ada dimatematika. Biasanya berbentuk barisan atau deret, baik memanjang secara vertikal maupun memanjang secara mendatar atau bias juga mengisi angka-angka dalam kolom atau kotak kotak kosong yang harus diisikan.

2. Tes Pemikiran Perseptual
Tes ini merupakan salah satu bentuk tes dan tes irama bergambar. Tes ini paling sering diujikan oleh perusahaan, maksudnya tidak lain adalah untuk menyaring calon karyawan yang baik. Di dalam ini perusahaan ingin melihat bagaimana ketelitian, kecepatan, dan kepribadian yang dimiliki peserta tes terutama dalam berpikir dengan simbol-simbol, mengenai keprinadian yang ingin dilihat disini bukanlah kepribadian utama/yg permanen melainkan hanya kepribadian sesaat atau pada saat itu.

3. Tes Kemampuan Spasial
Dalam tes ini adalah tes gambar, baik berirama maupun tidak. Tujuanya untuk menggali bagaimana mudahnya anda “melihat” dan memanipulasi potongan-potongan dan figur- figur dalam ruang mengenai “jenis” soal tes ini dapat beragam jenis. Salah satunya adalah pemikiran cepat memindahkan potongan-potongan gambar dua dimesi menjadi satu bangun tiga dimensi secepat yang anda mampu. Dalam contoh anda hanya memilih salah satu jawaban yang sesuai.

4. Tes Berhitung cepat
Di sini tes ini diberikan selembar kertas yang seperti kertas Koran yang berisi penuh dengan angka-angka yang akan dijumlahkan dengan cepat, baik, dan benar. Tes ini bertujuan untuk menguji kecepatan berhitung dan keseimbagan otak atau cara berpikir

Sumber : http://irnarrahayu.blogspot.co.id/2016/07/pentingnya-pemahaman-matematika.html



Hubungan Matematikan dan Psikologi

Psikologi adalah studi ilmiah tentang hubungan antara prosesmental, emosi, dan perilaku. Matematika dan psikologi dihubungkan dengan tiga cara utama. Pertama, psikolog kognisi studi matematika, yaitu, perkembangan otak, akuisisi, dan penerapan kemampuan matematika. Kedua, psikolog menyelidiki perasaan orang dan sikap tentang matematika. Ketiga, psikolog menggunakan matematika, terutama statistik, sebagai alat profesional untuk mengukur dan menganalisis temuan-temuan ilmiah mereka.

Psikolog yang bekerja di bidang studi matematika bagaimana manusia kognisi memproses informasi, menafsirkansimbol matematika,dan mengembangkan dan menggunakan strategi untuk memecahkan masalah matematika. Sebagai contoh, keterampilan ini sangat penting untuk disebut kata “masalah”, dimana deskripsi tertulis harus diterjemahkan ke dalam persamaan. Kebanyakan siswa menganggap “kata” masalah yang lebih sulit untuk memecahkan daripada jenis lain masalah matematika. Hal ini karena “kata” masalah memerlukan berbagai keterampilan dari otak, termasuk kemampuan untuk membaca dan memahami makna dan konteks dari kata-kata, kemampuan untuk memahami dan menentukan masalah matematika, kemampuan untuk menetapkan simbol matematis untuk variabel tidak diketahui , dan akhirnya, kemampuan untuk menerapkan strategi pemecahan masalah dan menghitung jawaban yang benar.

Kognisi Matematika adalah bidang yang sangat penting dalam psikologi. Ini manfaat ilmuwan dan dokter mempelajari otak, dan membantu para pendidik mengembangkan metode pengajaran yang lebih baik untuk matematika. Selain itu, studi yang sangat penting bagi pengembangan “pintar” komputer, jaringan syaraf tiruan, logika fuzzy, robot, dan kecerdasan buatan.

Psikolog juga mempelajari bagaimana orang-orang merasa tentang matematika, karena perasaan seseorang tentang pengaruh subjek kesediaan mereka untuk belajar dan menggunakannya. Misalnya, perbedaan budaya dan gender dalam sikap tentang matematika mempengaruhi nilai tes. Daerah lain menerima banyak perhatian disebut matematika fobia atau kecemasan matematika. Math fobia adalah takut matematika.Orang dengan fobia matematika menjadi sangat tidak nyaman dan cemas ketika dihadapkan dengan tugas-tugas matematika yang mereka dapat mengalami gejala fisik termasuk peningkatan denyut jantung, perut gugup, dan kesulitan bernapas yang mencegah mereka dari berkonsentrasi dan belajar. Perasaan ini telah dilacak ke berbagai sumber, termasuk pengalaman negatif di ruang kelas, citra diri yang buruk, kurangnya apresiasi untuk aplikasi matematika untuk “kehidupan nyata,” dan rasa malu yang mencegah mengajukan pertanyaan.

Link utama ketiga antara psikologi dan matematika adalah bahwa psikolog menggunakan alat-alat matematika dan statistik untuk mengukur dan menganalisa hasil penelitian mereka. Penggunaan ini disebut psikometri dan timbul dari penerapan metode ilmiahdalam psikologi, yaitu, suatu metode sistematis pengumpulan data, pengembangan hipotesis, dan pengujian eksperimental yang dapat digandakan dan diverifikasi oleh ilmuwan lainnya.

Salah satu contoh dari psikometri adalah Intelligence Quotient (IQ) tes, tes standar yang mengukur kecerdasan relatif seseorang.Sebuah nilai IQ adalah pengukuran relatif, dibandingkan dengan referensi IQ 100 untuk nilai rata-rata. skor IQ untuk populasi besar merupakan contoh dari fungsi statistik yang disebut distribusi normal. kurva normal atau kurva Gauss adalah kurva lonceng berbentuk akrab di mana pengukuran yang digambarkan sepanjang sumbu x dan frekuensi digambarkan sepanjang sumbu-y. Sebagian besar nilai IQ jatuh di bagian luas kurva dekat nilairata-rata 100. Sebagai skor menyimpang negatif atau positif dari 100, mereka penurunan frekuensi.

Metodologi Q adalah jenis analisis yang digunakan dalam psikologi untuk mengukur dan mengkuantifikasi perasaan sekelompok orang mengenai topik tertentu. Sebagai contoh, sebuah kelompok besar mahasiswa bisa diminta dengan pertanyaan berikut: “Bagaimana perasaan Anda tentang sekolah Anda?” Berbagai macam jawaban akan dikumpulkan mulai dari “Aku benci” untuk “Aku cinta” dengan banyak pendapat di antara menunjukkan sifat baik dan buruk dari sekolah. Set seluruh pendapat disebut concourse tersebut. Dari itu, dalam jumlah terbatas pendapat (sampel Q) akan dipilih yang mewakili spektrum respon. Selama wawancara berikutnya, para siswa akan membaca sampel Q dan peringkat tingkat kesepakatan dengan masing-masing pendapat menggunakan skala -4 ke +4, dimana -4 menunjukkan ketidaksetujuan yang kuat dan +4 menunjukkan perjanjian yang kuat dengan pendapat itu. Proses ini disebut Q sorting. Data numerik yang dihasilkan dapat dianalisis dengan menggunakan fungsi statistik untuk memberikan gambaran matematika pendapat siswa tentang sekolah mereka.

konsep statistik umum dan alat dipelajari dan digunakan oleh psikolog termasuk korelasi, regresi, sampling distribusi, fungsi kepadatan probabilitas, dan analisis faktor.

Sumber :

https://serigalamilita.wordpress.com/2011/02/26/hubungan-matematika-dengan-ilmu-psikologi/

Energi Alternatif Berbahan Bakar Angin Dan Panas Matahari di Desa Bantul Jogjakarta

Sebanyak 1.000 desa di Indonesia bakal meniru pengembangan energi terbarukan dengan teknologi hybrid di Pantai Pandansimo Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul. Keberhasilan pengembangan energi listrik berbahan bakar angin dan panas matahari itu menempatkan Bantul sebagai satu dari 100 kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih dalam program science techno park.

Menteri Koordinator (Menko) Maritim Indroyono Soesilo menyatakan Desa Poncosari, Srandakan Bantul telah berhasil menerapkan teknologi hybrid berupa kincir angin dan solar cell yang menggabungkan angin dan panas matahari untuk menciptakan listrik. Energi listrik berbahan ramah lingkungan itu digunakan untuk kegiatan pariwisata, kuliner, nelayan dan pertanian sehingga memutar roda ekonomi di wilayah pesisir tersebut. Perputaran uang di lokasi wisata itu diperkirakan mencapai Rp5 miliar setahun.

“Lima tahun mengembangkan teknologi ini terbukti jalan, Bantul menggunakan pendekatan pariwisata [untuk mengembangkan ekonomi] dengan teknologi ini,” terang Indroyono saat berkunjung ke Pantai Pandansimo Baru, Desa Poncosari, Srandakan, Bantul Jumat (6/2/2015).
Keberhasilan Bantul mengembangkan energi terbarukan itu akan dipraktekkan di 1.000 desa di Indonesia yang berada di wilayah perbatasan.

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan menjadi lembaga pelaksana penerapan teknologi hybrid itu di 1.000 desa.

“Kalau dalam dua tahun 1.000 desa itu berhasil, bisa kita tambah lagi desanya,” ujar dia.

Operator teknologi kincir angin dan solar cell di Pantai Baru, Murjito mengatakan dalam sehari teknologi inovasi itu mampu menghasilkan 88 kilo watt atau 88.000 watt listrik.

“Digunakan untuk membuat es batu bagi nelayan, menerangi jalan umum pantai, memompa air untuk ditampung di bak dan nanti digunakan untuk mengairi pertanian dan warung-warung kuliner. Listrik juga untuk menerangi 50 warung milik warga,” jelas Murjito.