Tampilkan postingan dengan label olimpiade internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olimpiade internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2016

Enam Pelajar Indonesia Raih Medali Di Olimpiade Iptek Internasional

Enam siswa Indonesia meraih medali perak dan perunggu dalam Olimpiade Iptek Internasional (International Sustainable World Energy, Engineering & Environment Project Olympiad, I-SWEEEP 2012) yang diselenggarakan di Houston tanggal 3 – 6 Mei 2012.

Konjen RI di Houston Bpk Albusyra Basnur beserta Isteri saat Berfoto bersama Enam Siswa Indonesia Yang berhasil Meraih Medali dalam Olimpiade Iptek Internasional 2012 di AS
Mereka adalah Aristyo Rizka Darmawan dan Fuad Makarim Imran dari SMA Kharisma Bangsa, Banten, meraih medali perak pada kategori Lingkungan Hidup. Proyek penelitian mereka berjudul “ Uses Chitosan and Natural Colorant as Raw Material Textile Surface Modifications ”. Dwi Astuti dan Tisa Mahdiansari dari SMA Al-Kautsar, Lampung, meraih medali perunggu pada kategori Lingkungan Hidup. Penelitian mereka berjudul “ The Utilization of Dry Field By Using Trickle Irrigation Method With Coconut Fiber As Emitter ”. Sementara Leonardo Ardianto dan Christian Edwin Pranata dari SMA Santa Laurensia Banten mendapat medali perunggu pada kategori Enerji. Proyek penelitian mereka berjudul “ Modification on a Centripetal Force Concept Based Vertival Axis Water Turbine ”. Kedua siswa itu juga mendapatkan penghargaan di bidang Environmental Friendly Technology.

Medali dan penghargaan tersebut diserahkan pada hari Minggu sore 6 Mei 2012 dalam suatu acara puncak Award Ceremony yang diselenggarakan di George R. Brown Convention Center, Houston. US Congress Woman, Sheila J. Lee menyampaikan keynote speech pada acara itu. Siswa tersebut didampingi oleh tiga orang guru, Nur Wijayanto dari SMA Kharisma Bangsa, Sujarwo dan Tini Silvia Sakti dari SMA Al-Kautsar.

Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busyra Basnur yang hadir pada Award Ceremony itu ikut menyerahkan sejumlah hadiah dan penghargaan kepada para pemenang I-SWEEEP 2012 dari beberapa negara.

Enam siswa saat makan malam bersama Konjen Al Busyra
Minggu malam, 6 Mei 2012, Konjen Al Busyra Basnur dan isteri Wenny, menjamu para siswa dan guru Indonesia tersebut makan malam bersama dikediamannya, dihadiri oleh staf KJRI Houston dan tokoh masyarakat Indonesia di Houston dan sekitarnya.

Dalam keterangan persnya yang terlampir ke meja redaksi NRMnews dari pihak KJRI Houston di sebutkan bahwa, Konjen Al Busyra Basnur menyampaikan selamat dan penghargaan kepada siswa Indonesia yang meraih medali yang sangat bergengsi itu. “Keberhasilan siswa Indonesia meraih medali di Houston menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa putra-putri bangsa Indonesia tidak hanya mampu bersaing, namun juga menunjukkan prestasi yang luar biasa di forum internasional”, kata Al Busyra Basnur. “Harapan saya, agar prestasi internasional yang telah diukir siswa Indonesia di Houston dapat mendorong para siswa lain di tanah air untuk bekerja keras dan mencetak prestasi-prestasi bertaraf internasional berikutnya”, tambah Al Busyra.

Konjen RI di Houston, Al Bursya Basnur saat memberikan penghargaan
Olimpiade IPTEK Internasional di Houston diselenggarakan oleh Harmony Public School, Houston didukung oleh Cosmos Foundation. Olimpiade ini diikuti pelajar SMP dan SMA dari 68 negara dan 44 negara bagian Amerika Serikat. Adapun kategori perlombaan terdiri dari tiga proyek penelitian yaitu enerji, permesinan dan lingkungan hidup. Olimpiade dibuka tanggal 3 Mei 2012 oleh Wakil Presiden Universitas Houston, Dr. Marshall Schott yang dihadiri seluruh peserta lomba.

Kriteria pemenang ditentukan oleh beberapa penilaian, diantaranya kreatifitas, metode penelitian, kemurnian, aplikasi dan presentasi. Dari 68 negara dan 44 negara bagian AS, dipilih 40 proyek yang ditetapkan sebagai semifinalis. Kemudian dari 40 proyek ini diambil 10 proyek penelitian yang mempunyai nilai tertinggi sebagai finalis. Dari 10 proyek itu ditentukan pemenang utamanya yang mendapatkan uang tunai US $. 3.000,00 (tiga ribu dollar AS).


Sebelum mengikuti Olimpiade IPTEK Internasional, tim Indonesia tersebut telah diuji pada perlombaan IPTEK di Indonesia yang diselengarakan oleh Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) di Universitas Indonesia. Tim SMA Karisma Bangsa dan SMA Laurtensia, masing-masing mendapatkan medali emas, sedangkan tim dari SMA Al-Kautsar Lampung mendapatkan medali perak.


Sumber : https://nrmnews.com/2012/05/09/pelajar-indonesia-raih-medali-di-olimpiade-iptek-internasional-houston/

PAVITA ARDHANI : Sang Juara Olimpiade Matematika Dunia

Pavita Ardhani Sugiharto Putri (11) siswi SD Muhammadiyah 1 Krian, Sidoarjo, membuat prestasi spektakuler.  Ia berhasil menjuarai olimpiade internasional matematika, Wizards at Mathematics International Competition (WIZMIC) di Kota Lucknow, India. Bocah yang punya kegemaran berhitung mata pelajaran matematika ini meraih 1 emas dan 2 perunggu dalam WIZMIC itu. Dia berjuang keras menyisihkan pesaingnya dari berbagai negara sejak  20-22 Oktober 2011 lalu.



Menurut pengakuan siswa kelas 6 SD ini, kepiawaiannya dalam mengolah dan memecahkan soal berhitung ini berawal dari hobi menghitung. Dia mengikuti pelajaran matematika di sekolahnya ibaratnya sudah menjadi makanan pokok. Matematika baginya merupakan mata pelajaran yang sangat disukai. Bahkan, mata pelajaran itu mendapat tempat istimewa di hati gadis yang selalu tampak ceria ini. Oleh sebab itu, wajar jika dia meraih prestasi luar biasa di ajang internasional. Dia sukses mengharumkan nama darah dan bangsa Indonesia. Apa komentar dia, soal prestasinya itu, terutama yang berkaitan dengan persiapan menghadapi olimpiade tersebut?

“Saya tidak ada persiapan khusus dalam perlombaan itu. Hanya saja saya rutin dan tekun untuk mengikuti bimbingan belajar dan juga berdoa supaya bisa memenangi perlombaan tersebut,”  katanya di terminal kedatangan domestik Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, (27/10).

Ia menegaskan, “Sekali lagi, tidak ada persiapan khusus dan saya memang mencoba untuk mendalami ilmu matematika yang telah diperoleh di sekolah dan juga lebih rutin mengerjakan soal untuk persiapannya ini,” ucapnya.

Menurut siswa yang menyukai ilmu aljabar sejak kecil ini, dirinya berhasil menyabet medali emas tersebut saat bertanding dalam kelompok beregu bersama dengan tiga orang rekannya yang berasal dari Indonesia.

“Dalam soal beregu atau tim tersebut mendapatkan sepuluh soal masing-masing delapan soal dikerjakan sendiri-sendiri dan sisanya dua soal dikerjakan secara bersama-sama,” paparnya.

Anak dari pasangan Sugiharto dan Rini Puspitasari dari Desa Semambung Driyorejo, Gresik ini mengaku akan terus bekerja keras untuk terus mengerjakan soal matematika karena sejak kecil dirinya memang sudah menyukai ilmu matematika.

JUARA DI SINGAPURA

Selain di Lucknow, India, Pavita Ardhani juga berhasil menjuarai lomba matematika tingkat internasional yakni International Mathematic Contest (IMC) 2011 yang digelar di Global Indian School di Singapura pada 30-31 Juli lalu.

Ia mengemukakan, dalam perlombaan tersebut, dirinya membawa pulang medali perunggu dan berhasil menyisihkan ratusan peserta dari berbagai negara di dunia. “Sekali lagi, tidak ada persiapan khusus hanya selama empat hari persiapan, saya memang mencoba untuk mendalami ilmu matematika yang telah diperoleh di sekolah dan juga lebih rutin mengerjakan soal untuk persiapannya di IMC 2011,”katanya.

Meski demikian, ia mengaku belum sepenuhnya dapat mengerjakan 18 soal yang diberikan. Dari jumlah soal yang diberikan tersebut, Pavita mengaku kesulitan mengerjakan dua soal uraian yang diberikan.“Saya kesulitan mengerjakan soal uraian. Karena diperintahkan harus menjelaskan secara detail,”katanya.

Sedangkan, untuk sisa soal yakni delapan isian singkat serta delapan pilihan ganda mampu dia selesaikan dengan cepat. Ia menceritakan, waktu 90 menit yang diberikan pun mampu dia gunakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan soal tersebut. “Saya hanya kesulitan mengerjakan soal uraian saja, sedangkan isian singkat dan pilihan ganda bisa saya kerjakan,” kata siswa yang mempunyai hobi membaca itu.

Dia mengungkapkan, saat lomba dirinya memang memfokuskan untuk mengerjakan isian singkat dan soal pilihan ganda. Pasalnya, dua model soal tersebut mempunyai bobot nilai yang cukup tinggi dibandingkan dengan soal uraian yang diberikan.

“Terlebih lagi, materi soal dalam dua model soal tersebut menjadi kegemarannya. Di antaranya, materi bilangan, kombinasi angka serta beberapa rumus kecepatan,” katanya.

CINTA MATEMATIKA

Kesuksesan Pavita memperoleh medali di India & Singapura memang tidak terlepas dari kecintaannya pada mata pelajaran hitung-menghitung ini. Saat menginjak SD pun dia selalu aktif mengerjakan soal matematika baik itu soal dari guru matematika dan soal yang dia cari dalam jaringan (internet). “Minimal sehari mengerjakan dua soal matematika. Jika soal itu sulit, solusinya jangan mudah menyerah dan terus berusaha,” katanya.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah I Krian, Nur Azizah, mengaku senang dengan apa yang prestasi yang diperoleh siswanya ini. “Kami berharap, Pavita akan terus berkarya untuk mempertahankan prestasi matematikanya di sekolah lanjutan kelak, menyusul saat ini Pavita sudah menginjak kelas enam dan akan lulus,”ujarnya.

Humas SD Muhammadiyah I Krian, Hamim Efendi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya yang mampu meraih prestasi di tingkat internasional itu. “Kami berharap, prestasi Pavita dapat diikuti siswa lain. Dan kami juga mempunyai komunitas ‘sains’ untuk menampung siswa-siswa yang gemar pada mata pelajaran tersebut. Diharapkan prestasi dari even nasional dan internasional terus lahir dari bakat dan prestasi siswa,” katanya.

KURANG PERHATIAN DAN PENGHARGAAN

Sayangnya, meski telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia, keberhasilan bocah ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Tidak ada satupun penghargaan atau perhatian khusus kepada sang bocah. Ironisnya, Dinas Pendidikan Sidoarjo selaku pihak terkait tidak tahu jika ada anak didiknya yang berhasil menjuarai olimpiade matematika tingkat dunia di India.



Sumber : https://indonesiaproud.wordpress.com/2011/10/31/pavita-ardhani-sang-juara-olimpiade-matematika-dunia-dari-sidoarjo/