Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2016

Planet Kesembilan: Sebuah Dunia yang Sepertinya Tidak Ada

Ilustrasi Planet Kesembilan di tepi Tata Surya: Kredit: Caltech/R.Hurt/IPAC
Awal tahun ini, dua orang astronom mengajukan sebuah bukti untuk keberadaan Planet Kesembilan alias Planet IX, sebuah planet bermassa mirip Neptunus dengan orbit elips 10 kali lebih jauh dari Matahari daripada orbit Pluto. Sejak itu pula, banyak teori yang berusaha menjelaskan Planet Kesembilan, sayangnya hingga saat ini belum ada konfirmasi dari penemuan.

Sementara itu, penelitian terbaru oleh para astronom di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA) berhasil meneliti sejumlah skenario keberadaan Planet Kesembilan dan menemukan bahwa kebanyakan dari skenario tersebut memiliki probabilitas rendah. Oleh karena itu, kehadiran Planet Kesembilan hampir pasti tidak ada.

"Memang banyak sekali bukti, hipotesa dan teori dari Plaent Kesembilan, tapi tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti bagaimana atau seperti apa Planet Kesembilan," kata astronom Gongjie Li dari CfA, penulis utama makalah penelitian pada Astrophysical Journal Letters.

Seperti diketahui sebelumnya, Planet Kesembilan mengorbit Matahari pada jarak 400 hingga 1500 SA (SA = Satuan Astronomi. Di mana 1 SA = 150 juta km). Dengan jarak yang seperti itu, Planet Kesembilan--jika memang benar ada--letaknya sangat melampaui semua planet lain di Tata Surya kita. Pertanyaannya menjadi: bagaimana bisa sebuah planet terbentuk pada jarak yang jauh seperti itu dan lalu mengorbit Matahari?

Li dan rekan penulisnya, Fred Adams dari Universitas Michigan telah melakukan jutaan simulasi komputer untuk mempertimbangkan tiga kemungkinan. Yang pertama dan paling mungkin adalah, Planet Kesembilan pada awalnya mungkin merupakan planet dari sistem bintang lain, lalu gravitasi Matahari "mencurinya". Menurut Li, probabilitas untuk hal ini hanya 2 persen.

Astronom CfA lainnya, Scott Kenyon mengklaim dirinya memiliki solusi untuk kesulitan teori ini. Dalam dua makalah yang disampaikan kepada The Astrophysical Journal, Kenyon dan rekan penulisnya Benjamin Bromley dari Universitas Utah menggunakan simulasi komputer untuk membangun skenario yang masuk akal untuk pembentukan Planet Kesembilan di tepi Tata Surya.

"Planet Kesembilan mungkin merupakan planet raksasa gas ekstra," kata Kenyon. Planet raksasa gas ekstra merupakan planet yang jauh lebih besar dari planet raksasa gas biasa seperti Jupiter dan Saturnus. Kenyon dan Bromley mengusulkan bahwa Planet Kesembilan pada awalnya terbentuk lebih dekat dengan Matahari dan kemudian berinteraksi dengan raksasa gas lainnya, terutama Jupiter dan Saturnus.

Karena interaksi gravitasi dengan Jupiter dan Saturnus, Planet Kesembilan "ditendang" ke luar hingga akhirnya mengorbit Matahari pada jarak yang begitu jauh. "Anggap saja seperti mendorong anak Anda di ayunan. Jika Anda memberi dorongan secara berulang, ayunan akan lebih tinggi dan lebih tinggi," jelas Kenyon. "Kemudian Anda mendorongnya secara brutal, Anda akan melempar anak Anda ke luar dari ayunan."


Apapun skenario, hipotesa maupun teori yang berkembang saat ini, pencarian Planet Kesembilan masih terus dilakukan. Namun dengan kemungkinan kecil untuk ditemukan.


Sumber : http://www.infoastronomy.org/2016/05/planet-kesembilan-sebuah-dunia-yang-sepertinya-tidak-ada.html

Minggu, 08 Mei 2016

Dampak Negatif Kemajuan IPTEK Dalam Bidang Ekonomi

Ekonomi adalah kebutuhan manusia, maka sipa yang dapat menguasai perekonomian, dialah yang memegang kekuasaan. Pada saat mata pencaharian utama manusia masih menyangkut soal tanah, kaum feodallah yang memegang kekuasaan. Sedangkan ketika industri memegang peranan penting dalam ekonomi maka kaum kapitalislah yang memegang peranan utama dalam penyediaan segala kebutuhan manusia. Sekarang kaum kapitalis industrialis telah banyak mengembangkan usahanya hingga melampaui batas negaranya yang disebut Multi National Corporation ( MNC ). Kadang – kadang perusahaan perusahaan multinasional ini di negara – negara berkembang ikut serta menentukan politik pemerintahan.

Perusahaan besar semacam itu tidak mungkin berkembang tanpa dukungan teknologi walaupun sebagian penduduk dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan namun sebagian besar sudah dapat merasakan manfaat dipergunakannya teknologi modern, karena kebutuhan hidupnya dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang relative lebih murah. Cara pembayarannya pun dapat dilakukan dengan tunai atau kredit. 

Pada bidang ekonomi, kemajuan IPTEK dapat dirasakan, hal ini terbukti karena saat ini banyak orang-orang yang kehidupannya makin sejahtera berkat usahanya dalam bidang IPTEK. Sebagai Contoh, kita dapat membuat software game yang saat ini sangat diminati oleh masyarakat terutama pada anak-anak. Selain itu, kita dapat memanfaatkan media elektronik lainnya untuk mengembangkan usaha kita. Dengan teknologi, kita juga dapat mempromosikan usaha-usaha kita. 

Dengan demikian, dapat kita simpulkan dampak positif dari IPTEK dalam bidang Ekonomi :
  • Pertumbuhan Ekonomi yang Semakin Tinggi
  • Terjadinya Industrialisasi
  • Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi, akan meningkatkan baik dari teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. investasi dan reinvestasi berlangsung secara besar-besaran, sehingga produktivitas dunia ekonomi semakin meningkat. Di masa depan, akan segera muncul teknologi bisnisyang memungkinkan konsumen melakukan kontak langsung dengan pabrik. Jadi, kita tidak perlu lagi pergi ke toko untuk membeli barang tersebut. 
  • Persaingan dalam dunia kerja, akan menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan tenaga kerja.
  • Mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditri


Dampak negatifnya, antara lain :
  • Terbukanya pasar bebas, memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri yang masuk dan dengan harga yang lebih murah, dapat mengurangi rasa kecintaan kita terhadap produk dalam negeri.
  • Terjadinya pengangguran bagi individu yang tidak memiliki skill dan kualifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan
  • Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan. Misalnya : konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
  • Apabila tidak update dengan IPTEK yang semakin maju, kita akan dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang sangat ahli dibidangnya (misalnya : hacker)

Sumber : http://fajrialbiruni.damai.id/2015/11/07/ekologi-dan-dampak-perkembangan-iptek-terhadap-kehidupan-manusia/

Dampak Negatif Kemajuan IPTEK Dalam Bidang Sosial

Kehidupan sosial dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Kebutuhan manusia akan pangan sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dalam bidang pertanian. Sedangkan kebutuhan akan komunikasi dipengaruhi oleh teknologinya, seperti media cetak, media elektronik selain untuk berkomunikasi, juga dapat memperluas wawasan. 

Dengan berkembangnya industri dan kegiatan ekonomi, maka memungkinkan orang hidup dalam lapangan pekerjaan tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari angka – angka yang menunjukan bahwa pekerja di pabrik atau perusahaan terus meningkat sedangkan bekerja di sector pertanian makin menurun. 

Nilai sosial juga berubah. Pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negeri dinilai lebih tinggi status sosialnya dibandingkan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi pengusaha atau karyawan pabrik dianggap sebagai tenaga professional yang mempunyai nilai status yang tinggi. 

Makin berkembangnya teknologi menyebabkan industri memproduksi barang secara massal juga meningkat. Tetapi sering kali juga dimanfaatkan untuk kepentingan yang negatif seperti peniruan atau pemalsusan merek dagang dan sebagainnya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hukum. 

Dampak Positif :
  • Meningkatkan rasa percaya diri kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi melecehkan bangsa-bangsa di Asia.
  • Tekanan, kompetisi yang tajam, di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun, dan pekerja keras.
  • Keefektifan biaya dan waktu. Misalnya saat mengajar, kini telah ada teknologi pembelajaran secara online, jadi guru atau dosen tidak perlu repot untuk datang ke sekolah atau kampus, cukup menerangkan pelajaran lewat media internet kepada anak muridnya.
  • Masyarakat tidak perlu lagi membeli koran untuk mengetahui informasi mengenai berita, cukup dengan membuka internet, kita sudah dapat membaca berita melalui media online, dan tidak mengeluarkan biaya.

Dampak Negatif :
  • Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
  • Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
  • Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.


Masyarakat memang banyak yang mengeluh mengenai dampak negatif dari kemajuan teknologi. Namun kegiatannya tetap dilakukan karena memikirkan lebih banyak untung daripada ruginya. Meskipun dampak negatif tidak lebih banyak dari pada dampak positifnya, kita tetap harus menghindarinya, karena dampak yang kecil juga dapat menimbulkan dampak lain yang lebih besar.


Sumber : http://fajrialbiruni.damai.id/2015/11/07/ekologi-dan-dampak-perkembangan-iptek-terhadap-kehidupan-manusia/